ketika hati tak lagi tahu arah ketika amarah hanya sebuah jawaban ketika kaki tak lagi tahu melangkah
dan ketika dunia tak lagi memberi rasa hanya yang ESA yang mampu
menenangkan
Kamu
meranggang waktu dengan jarak lalu menghilang begitu saja, lalu aku terlalu
rindu menanti kabarmu yang kini entah seperti apa ? aku tidak lagi mengerti
harus menggunakan hatiku yang mana lagi untuk menutupi rindu yang begitu beratnya
memanggil namamu, segala cara telah aku coba untuk menjalani hidupku tanpamu,
iya… aku dengan baik menjalani hidupku tapi tidak sedetikpun aku lewati tanpa
memikirkanmu, selalu saja bayang itu ada disetiap waktuku, berputar dikepalaku,
sedang apa kamu disana ? sehatkah dirimu ? bahagiakah disana ? sudahkah ada dia
disampingmu ? masihkah aku disana ? sebagai penutup dari segala pertanyaanku
yang selalu saja mengusik tanya dalam hati.
Hati terasa beku,
Pikiran beradu satu dalam lamunan,
gelisah,sedih,marah,kecewa,
merasa de javu...
bagaimana bisa aku berpikir tenang sementara kau tutup kehidupanmu ?
bagaimana bisa ??
masih ingatkah tentang hal apa yang terjadi malam itu ?
masih ingatkah kebodohan kita yang saling menatap bisu ?
hanya demi keyakinan yang sama-sama kita yakini akan berakhir bersama.
heyyy... apa kabar dirimu ? sedang dimana ? tidakkah kamu merinduku... haruskah kamu menjauh dalam pandanganku... segitu jahatkah aku harus dihukum seperti ini... ini sungguh menyiksaku... heyyy... sekuat itukah kamu mampu tanpa aku..? sudah lupakah dengan yakin itu ? atau kamu sengaja melepasnya untuk tidak lagi mengingatku ? haruskah dengan cara itu...
dan
pada akhirnya apa yang sudah kita ukir dahulu adalah sebuah makna yang
luas dan berarti untuk kita masing-masing...meski sekuat tenaga
dilepaskan hasilnya akan sama...walau dipaksa dilupakan semua akan tetap
pada tempatnya...tidak berubah namun terpaksa diubah...
yaa kau dan aku mungkin kini hanya sebuah kenangan...
rindu
yang masih berdiri angkuh enggan pergi , ini sungguh menyiksaku dengan
behind scene yang terselip dalam pertiap jamnya hampir membuatku gila
akal...mungkin terlalu hiperbola tapi kau sungguh tau rasa apa yang kini
menggerogoti hatiku..kamu tau pasti seperti apa sakitnya merindu ? dan
kamu tau pasti bahwa tidak ada yang berubah dihatiku sedikitpun sejak
kepergianmu saat itu..
Roda
waktu cepat berlalu,entah mengapa... kurasa memori otakku berjalan lambat
menghadapi waktu Bukan
karena aku sakit tapi karena aku begitu naïf menghadapi kenyataan tanpamu Aku
mencoba tegar dan tertawa canda dalam keramaian agar kau dan mereka tahu bahwa
aku baik-baik saja :) Tapi
entah mengapa kepungan rinduku menelusup masuk ke pori-pori benteng pertahananku, sekejap semua hancur... lalu lagi dan lagi aku merindukanmu dalam
ingatan ituu…
mungkin
sudah tiba saatnya kita sama-sama melepaskan apa yang memang belum
tuhan takdirkan..dan apa yang sudah seharusnya kita lakukan tanpa harus
saling melukai...meski ku tahu tidak hanya aku disini yang terluka tapi
kamu juga (",) terasa sesak namun perlahan tapi pasti, setiap detiknya menggerogoti nadi rinduku, setiap putaran roda itu memutar memory indahku, setiap hela nafas mu ku rasakan hingga tak ku rasa hilang, setiap senyummu ku potrait jauh dilubuk hatiku, setiap bernafas ku hirup parfum tubuhmu hingga melekat,