Kamu meranggang waktu dengan jarak lalu menghilang begitu saja, lalu aku terlalu rindu menanti kabarmu yang kini entah seperti apa ? aku tidak lagi mengerti harus menggunakan hatiku yang mana lagi untuk menutupi rindu yang begitu beratnya memanggil namamu, segala cara telah aku coba untuk menjalani hidupku tanpamu, iya… aku dengan baik menjalani hidupku tapi tidak sedetikpun aku lewati tanpa memikirkanmu, selalu saja bayang itu ada disetiap waktuku, berputar dikepalaku, sedang apa kamu disana ? sehatkah dirimu ? bahagiakah disana ? sudahkah ada dia disampingmu ? masihkah aku disana ? sebagai penutup dari segala pertanyaanku yang selalu saja mengusik tanya dalam hati.
Bila saja
kata “seandainya” mampu diluapkan dalam nyata, tapi yasudahlah semua telah
terjadi, bahkan untuk bicara secara hati bahwa aku masih mencintaimu pun akan
percuma, tidak akan membuatmu percaya bahwa ada hal lebih penting dari sekedar status
kita yang berubah, kenyataannya kau
tetap saja pria yang aku cintai dan terpenting untukku, bagiku saat ini hanya
kabar terbaik darimu, bila sekalipun ada wanita lain disana yang mampu
menjagamu, menjadi teman ceritamu, dan meyayangimu lebih, aku akan lebih ikhlas
untuk belajar menerima kenyataannya bahwa pada akhirnya kamu akan lupa dan
tidak lagi mencintaiku seperti dulu….
Aku tidak
lagi peduli sakit dan luka yang ada pada hatiku, yang aku ingin saat ini aku
melihatmu baik-baik saja, taukah bagaimana rasanya letih mencari orang yang
tersayang yang hilang tanpa meninggalkan jejak sedikitpun ? itu lebih dari
sakit…
Bisakah sekali
ini saja dengar aku, mohon jangan sembunyi seperti ini, aku sudah kehabisan
cara untuk mencari tau tentang kabarmu, taukah hal yang membuat aku sedih saat
harus berdiri tidak melihatmu dan tidak ada disaat masa tersulitmu…
Egoiskah aku
yang ingin kau tetap ada dalam sepenglihatanku ??
Jujur ini
sungguh menyiksaku, seperti orang bodoh yang selalu saja stalking media social dan
menanyakan pada seluruh teman2mu yang kau kunci entah dengan kata apa hingga
membuat mereka tidak lagi menjawab pertanyaanku tentang kamu !!
Rasanya ingin
marah dan pergi kerumahmu lalu memelukmu tanpa batas jeda, tapi aku tahu ini
caramu satu-satunya untuk lupa dan mengubur aku jauh-jauh, aku tidak ingin
merusak hal yang sudah hampir 6 bulan ini kamu lakukan, aku tidak mau
mengusikmu lagi,
Hanya saja
terlalu sakit saat aku ingat hari lahirku dan cokelat itu…sakit…
Kenapa harus
pergi setelah memberi indah ? tidakkah mampu kau dengar hatiku ?
Salahkah aku
yang melewati batas sabarmu ? tidak bisakah kau perlakukan aku sama dengan dia
? dia wanita yang mampu mengetahui segala aktifitasmu, dia yang bisa dengan
leluasa stalking media sosialmu, dia yang masih mampu menemukanmu bahkan mampu
menyentuhmu, aku iri dengan dia ! dia yang selalu saja kau sebut namanya
sebagai tanggung jawabmu meski telah berpisah, apakah dia lebih penting dari
aku ? apa menjaga perasaanya lebih dari segalanya dibanding perasaanku ? lalu
apa ini juga yang kamu bilang tentang cinta ? iya mungkin cintamu dengannya
bukan aku. Dia beruntung mampu mendapat ruang itu tapi tidak dengan aku, selalu
saja kau tutup jalan kearahmu, dan pada akhirnya kau akan bilang bahwa aku
tidak berjuang untukmu, tidak seperti dia.
Mungkin dia
lebih baik dari aku lalu kenapa harus bilang cintamu untukku bukan dia ?
Egokah aku
akan ini ?
Taukah betapa
sakitnya seperti ini ?
Mampukah paham
artimu untukku ?
Bisakah sedikit
saja buka jalan itu ? aku tidak akan mengusikmu, aku juga tidak akan memanggilmu
untuk kembali, aku juga tidak akan mengganggu hubunganmu dengan pasanganmu, aku
hanya ingin selalu tahu bawa kau baik-baik saja dan ada dalam sorot mataku, itu
saja cukup ! bagiku luka apapun yang disebabkan olehmu tidak akan ku pedulikan,
buatlah sesuka hatimu, campakan saja hati yang telah usang disana, atau aku
akan berikan kuncinya agar mudah kau buang, hina saja hati itu, aku tidak
peduli !!
No comments:
Post a Comment