stories women and men stubborn :) when love ruled the destiny of the world .. only prayer that is able to change (",) you know how much I love you..
Sunday, 2 March 2014
Realita Hidup
Hati terasa beku,
Pikiran beradu satu dalam lamunan,
gelisah,sedih,marah,kecewa,
merasa de javu...
bagaimana bisa aku berpikir tenang sementara kau tutup kehidupanmu ?
bagaimana bisa ??
masih ingatkah tentang hal apa yang terjadi malam itu ?
masih ingatkah kebodohan kita yang saling menatap bisu ?
hanya demi keyakinan yang sama-sama kita yakini akan berakhir bersama.
kamu datang menerimaku dengan alasan terlalu luka saat jauh dariku, tidak lagi peduli dengan hal selain aku dan kamu juga pergi dengan alasan terluka dengan adanya dia dihidupku.
lalu pada akhirnya lagi dan lagi aku kehilanganmu dan seperti burung yang sudah menemukan rumahnya tapi dengan sengaja dihancurkan lagi olehmu...
hempas begitu saja...terasa sakit saat air mataku tak lagi membuatmu tenang dan membuatmu tetap disampingku untuk sekedar memelukku tanpa jeda.
aku mengalah demi bahagiamu,asal kau bahagia
tapi tanpa resah kau datang saat hari kelahiranku dengan wajah yang begitu sangat aku kenal, wajah lelaki yang didalamnya hanya aku dan selalu menyayangi aku, dengan sekotak kecil kue dan bunga kamu sematkan pelukmu dalam rasa ringkihku lalu kecup bibir ini dengan bisikan "jangan nangis,aku selalu sayang kamu" lalu bagaimana bisa kata-kata itu kini hanya jadi sebuah kenangan dalam memory telingaku ??
langit begitu indah malam itu seindah pria yang sedang ada dalam pelukku yang sibuk menenangkanku dengan ciumannya, memberikan energi baru, membasuh perih luka malam itu dan seperti endorfin aku selalu menagih moment ini saat aku benar-benar lelah :(
kita saling menatap,menjelaskan rasa rindu yang ada dengan baik....
saat meniup lilin aku hanya mampu bersembunyi dibalik pelukanmu dan berdoa
ya allah...kuatkan hatiku kuatkan tubuhku biarkan aku tetap dengannya, aku hanya ingin dalam peluknya, aku hanya ingin didalam tubuh ini, mohon hentikan waktun cukup sampai disini....
seluruh air mataku tertumpah enggan pergi melepasnya...aku rasa langit tau seperti apa hati kami karena itu hujan menemani perjalanan pulang kami...tepat pada pukul 00.01 dia baru mengucapkan selamat dan doa yang terbaik untukku :) hatiku terasa sedih dan enggan berhenti menangis, aku sadar aku begitu mencintainya, dia cinta pertamaku, dia yang selalu inginkan hanya dia, bila aku harus menebusnya dengan luka untuk menunggu, aku akan menunggunya
sekejap seperti mimpi semuanya hilang,
ku dapati kamu pergi tanpa menoleh lagi kearahku, tanpa menanyakan ku lagi, tanpa lagi peduli akan aku , aku hanya mampu melihatmu semakin jauh, indahnya semalam terasa begitu menyesakkan hatiku, saat aku tau kamu tidak lagi membuka rumah tempat dimana aku akan pulang, kamu mengganti semuanya hingga aku sadar diri tempatr itu bukan lagi rumahku.
aku selalu berdoa dimanapun kamu berada kamu bukan sekedar kenangan, kamu tetap menjadi satu-satunya pria yang aku cintai tanpa ada batas sampai waktu yang mampu pisahkan kita dialam yang berbeda.
bukan cerita ini yang naif tapi kita yang terlalu naif untuk mengakui bahwa pada kenyataannya kita tidak mampu untuk bilang "aku tidak lagi mencintaimu dan aku sudah melupakanmu" tapi kamu sekuat tenaga menyingkirkanku dengan cara yang cukup baik tanpa aku sadari bahwa kau mampu berdiri tegak tanpa aku lagi.
senja mendung seperti lngit-langit hatiku yang harus mengakui bahwa aku tidak lagi menjadi bagian masa depanmu dan KITA bukan lagi menjadi keyakinanmu saat ini.
aku tidak sama sekali marah hanya saja aku butuh waktu untuk tetap menerima kenyataan tentang aku dan kamu yang kini sudah tidak lagi ada pada SATU doa yang sama :)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment