kurasa memori otakku berjalan lambat menghadapi waktu
Bukan karena aku sakit tapi karena aku begitu naïf menghadapi kenyataan tanpamu
Aku mencoba tegar dan tertawa canda dalam keramaian
agar kau dan mereka tahu bahwa aku baik-baik saja :)
Tapi entah mengapa kepungan rinduku menelusup masuk ke pori-pori benteng pertahananku, sekejap semua hancur... lalu lagi dan lagi aku merindukanmu dalam ingatan ituu…
Singkatnya aku begitu merindukanmu menahan rasa ini..
sungguh membuat hatiku sempit menjadi sosok yang lebih dewasa
Aku ingin seperti saat itu…saat aku bermanja menjadi anak kecil yang merengek
dan dengan sabar kau peluk keluhku, menatapku lembut, meng"IYA"kan keinginanku,
lalu tersenyum kecil mengusap kepalaku dengan lembut
sungguh teduh saat mendengar kata “aku menyayangimu wanita keras kepalaku”
Hmmmm itu hari yang selalu aku rindukan pertiap detiknya, keluhku hanya tertumpah pada tubuh itu, manja ku hanya mampu ku luapkan pada pria itu, bahkan cintaku hanya mampu dicuri oleh pria si wanita keras kepala itu (",)
Hey kamu pria egoisku, Lihatlah aku bertahan, Bertahan dalam doaku agar kelak kau akan menjadi milikku utuh,bukan karena kita saling memaksa dan terpaksa tapi karena takdir illahi, dalam setiap sujud ini selalu ada doa untuk kita.
diatas keyakinan itu aku bertahan kuat meski rindu ini begitu menyiksaku yang seolah membuatku hampir mati kehilangan duniaku, terasa hampa... hanya penuh dengan ilusi bayang manismu membelenggu jiwa, memanggil namamu lirih dan kau hanya berdiam diri menatapku cemas :(
Taukah kamu kadang aku ingin berlalu menjauh dari harapku yang mulai lelah dengan keadaan,
tapi janji itu mengikatku ditempat ini dan aku hanya mampu menunggu waktu tidak lagi
permainkan hatiku seperti kau yang datang dan pergi tanpa memperjuangkan kita .
sungguh bathin tersiksa saat harus menutupi semua hal yang ingin aku teriakan dengan
kencang bahwa aku hanya menciintaimu dan ingin bersamamu, tanpa jeda waktu tanpa batasan.
namun atas dasar ego yang kau sebut prinsip kita sama sakitnya untuk tidak lagi saling merindu
sama keras hati dan menanggap ini adalah permainan siapa yang menang maka aku menikah dengan bahagia (“,)
namun
bagiku itu bukan tutur kata hatimu…itu hanya sebuah titik kata lelahmu yang
enggan bertahan atas nama KITA dan aku disini akan tetap bertahan atas rasaku
sampai nanti.
meski Tuhan menakdirkan bahagia ini dengan orang lain, tetaplah biarkan aku menjadi bagian hidup itu yang suatu saat nanti akan ku ceritakan pada Luna dan Lucky sebagai bentuk sayang yang akan selalu ada dalam ingatanku terbungkus rapi sebagai album memori terindahku (“,)
meski Tuhan menakdirkan bahagia ini dengan orang lain, tetaplah biarkan aku menjadi bagian hidup itu yang suatu saat nanti akan ku ceritakan pada Luna dan Lucky sebagai bentuk sayang yang akan selalu ada dalam ingatanku terbungkus rapi sebagai album memori terindahku (“,)
No comments:
Post a Comment