kita berdiri di keegoisan dan keadaan yang sangat tidak baik (-_-) saat itu... aku yang terjebak rasa atas rasa dimana aku ingin hadirmu saat aku butuhkanmu dan batas dimana aku merasa aku hanya penambah beban seketika itu...keadaan almarhum bapak yang semakin tidak baik dan kamu yang semakin lelah...lelah dengan keadaan bukan lelah dengan kita...ya aku tahu itu...
aku melihatnya pada malam saat kamu tertidur...ku penuhi perhatianku...ku penuhi keegoisanku...ku penuhi semua nada-nada sayang untukmu...dan disitu terjawab bahwa kegoisan ku hanya akan membuatmu terluka...luka akan segala sikap dan tuntutanku...tuntutan yang seharusnya kamu penuhi dulu sehingga membuatku terbiasa akan ketiadaanmu...dibatas asaku menangis melihat kau begitu lelah dan penuh beban dari itu aku memutuskan untuk melepasmu...
melepas dalam arti aku sangat menyayangimu tapi aku sangat membencimu dalam keterbatasanku.... entahlah...apa yang terjadi semakin membuat aku lupa akan dasar cinta kita.. aku berfikir logis dan titik itulah yang aku temukan...bahwa kamu akan bahagia bila tanpa aku (",)
24 februari 2012 hari perhari kita lewati...tanpa sentuhan...tanpa pelukan...tanpa warna kasih sayang dan tanpamu semua terasa begitu menyakitkan tapi aku sembunyi didalam senyum yang selalu ku pamerkan...agar kamu tahu aku baik-baik saja...aku bahkan mencoba sakiti hatiku dengan menerima pria lain dengan cara yang salah...yahh entahlah apa yang ada dikepala ini...semua terjadi begitu saja tanpa aku pahami apa yang telah aku lakukan....seolah berjalan diatas pecahan kaca tapi aku tidak tersadar sakit bahwa kaki penuh luka dan pergi berlalu bersama semua bayangmu...
1 Mei 2012 tepat 2 tahun kita bersama meski dalam hal nyatanya aku bukan lagi milikmu...kamu datang membawa boneka replika Mickey Minnie yang pernah aku minta dan kamu janjikan untuk menjadi ibu Luna dan Lucky..yah aku ingat saat kamu datang penuh tanya ?? penuh rindu dan penuh bimbang... Memelukmu saat itu adalah ritual yang masih aku lakukan setiap kali bertemu dan kamu yang menatap ku manja seolah ingin aku menjelaskan apa yang terjadi saat kamu tak lagi disisiku ?? bagaimana keadaanmu ?? masihkah menyayangiku ?? masihkah aku dihatimu ?? dan adakah pria lain selain aku ?? tak ingin aku mengurainya...keindahan hari ini sangat membuat ku bahagia tapi terlalu sulit untuk menutupi rasa sesal didada...ku lewati hari itu bersamamu...dengan pelukan...ciuman...dan luapan rindu yang lainnya..sudah hampir 3 bulan kita pisah dan tidak bertemu...ku rasa bongkahan rindu ini belum hancur dengan waktu 5 jam bersamamu...yang aku tahu kamu masihlah milikku utuh (-__-)
aku seperti ada dalam dua dunia yang tidak sama sekali aku ketahui mana yang nyata...kehadiran pria lain ini membuat aku semakin yakin bahwa aku hanya mencintaimu, itu terlihat saat aku menatapnya tapi hanya kamu yang ada dimataku. Banyak hal yang tak mampu aku ungkapkan karena keterbatasanku untuk jujur sangat sulit menerima kehilanganmu sampai pada akhirnya kamu mengetahui apa yang terjadi dengan aku, begitu marahnya kamu sampai keluar kata kasar yang ga pernah kamu ucapkan...ga pernah aku dengar kata-kata kasar dengan nada keras ditelingaku selama 4 tahun bersama..hati terasa sedih tapi aku tahu ini salahku yang enggan jujur terhadap apa yang aku lakukan...tapi tolonglah mengerti ini bukan perselingkuhan tapi aku menerima dia ketika kita sudah putus dan salahku adalah takut kehilangan mu bila aku jujur...emosi mu yang meluap buat aku tak punya kekuatan untuk bilang "maaf"
kejadian malam itu adalah hal awal mula dendam muncul dalam hatimu untuk menyakiti aku...aku bahkan tidak punya kata-kata untuk membenarkan apa yang terjadi...aku tidak sama sekali mampu melihat matamu...sedikitpun aku tidak menangis...hanya ku rasa pengab didada...karena aku yakin saat aku menangis kamu ga akan tega dan mempersulit kamu pergi...sementara aku tahu seberapa salahnya aku dan mungkin terlalu sakit aku melukaimu hingga tatapan pada malam itu pun sangat penuh kebencian meski ku dapati sisi lain yang begitu sangat menyayangiku...masih sangat jelas ku ingat tatap mata itu...mata yang penuh kecewa...penuh amarah...penuh rindu..penuh sayang...dan penuh luka...
hanya berlalu pergi dan berdoa ini yang terbaik untukmu...hanya sesal dihati sesakkan tangis didada...melangkah pun aku tertatih menahan perih atas sikap ku sendiri...dalam gelap jeritan ku pecah memupuk emosi dengan air mata...rasanya tak ada lagi kata yang mampu menggambarkan apa yang aku rasa...begitu dalam cinta yang ku punya hingga aku ikut sakit menyakiti orang yang aku sayangi...taukah kamu rasa ini menyiksaku...ku luapkan amarahku..ku pendam semua asaku karena keterbatasanku yang memang tak mampu mempertahankanmu...
mungkin kata maaf tidak akan mengubah jalan pikiranmu yang kini sudah membenci aku...dan aku pun pasrah dengan segala hal yang akan kamu tunjukan padaku nantinya...bukan aku menyerah hanya aku mengerti tutur emosi tidak akan menerima penjelasan apapun dari aku...bagimu kini aku hanya pembohong dan akan menutupi segalanya...entahlah ku rasa waktu terlalu cepat membawamu untuk pergi dari kehidupanku...dari sisimu akulah yang pergi meninggalkanmu...
perlahan caci maki ku terima...perlahan emosi mendarat dari bibirmu yang tidak pernah membentak aku hingga ku rasa sakit saat kamu melarang aku untuk mendoakan bapak apalagi menginjakkan kakiku dirumah untuk menjenguk bapak yang sedang sakit...tuhan sedosa itu kah aku ?? apa yang aku perbuat sepertinya terlalu fatal ?? aku seperti melakukan hal yang benar-benar diluar ikrar ?? kamu menghakimi aku seperti manusia sampah yang entah akupun sendiri tidak pernah tau kenapa ucapan itu bisa terlintas dipikiranmu untuk mencaciku ?? Ya allah sungguh sakit rasanya saat dia menulis pesan untukku yang berisi dengan semua cacinya dan amarahnya padaku...sejak saat itu naku putuskan untuk berhenti memohon maaf..
Logika tidak mampu berkata hingga emosi yang kurasa...semerawut dalam hati untuk apa aku memohon maaf ?? apa dia tidak pernah berfikir apa kesalahan dia ?? apa dia benar ?? apa dia mahluk yang sungguh sempurna ?? apa dia ada saat aku membutuhkan dia ?? apa saat aku menangis dia menemaniku ?? apa dia ga nyadar ini juga kesalahan dia ?? aku seperti ini karena dia ?? akal sehat ku berhenti untuk memikirkan siap yang salah..lelahku berkata sudah waktunya aku menyiksa diriku sendiri dan berlalu sebagai kenangan yang mungkin terburuk untukmu...
waktu menemukan...waktu memisahkan...waktu mengembalikan...
sudah 1 tahun lebih kita mencoba untuk saling mencaci dalam ingatan...berlari dalam kenyataan dan terhenti dalam sebuah penantian takdir...hingga kamu putuskan untuk mencintai wanita lain dengan niat yang salah..niat dimana kamu ingin melupakan aku dan melupakan KITA. saat melihatmu dijejaring sosial berinteraksi dengan dia...ada rasa cemburu yang berlebihan hingga ku rasa sakit saat ku dengar kamu sudah mencintai dia dan hanya ingin memiliki dia....bahkan makin sakit saat kamu abadikan moment kalian dengan photo yang sama persis gayanya dengan photo kita dulu...sungguh aku makin sakit saat kamu bilang "aku bahagia dengan dia" dan kerap kali kamu banggakan dia ditelingaku...tapi aku sadar mungkin dengan rasa sakit seperti ini setidaknya aku sudah bisa membuatmu bahagia dengan wanitamu meski aku harus telan lukaku...senyummu untuknya menusuk puing-puing rinduku untukmu !
yaa sesaat aku menatap gambar itu...aku tersadar mungkin ini sudah jalannya...jalan yang seharusnya kita lewati bersama tapi melihatmu dengan dia aku yakin kita sudah menemukan jalannya masing-masing...hati meronta tak ikhlas...menangis digelap malam dengan sejuta memory yang terlintas begitu saja...meluluh lantahkan bentengan rindu yang tertahan untukmu...dekap angin seolah memelukku dan menjelaskan bahwa inilah waktunya "MELEPAS" inginku kini hanya melihat kebahagianmu dari jauh tanpa harus aku usik dengan segala rinduku,kecewaku,cemburuku,bahkan cintaku...sepenuh hatiku coba ikhlaskan cerita dan mimpi yang pernah kita buat indah harus ku indahkan sendiri dalam hati tanpamu...tanpa rindumu..tanpa sayangmu dan tanpa hadirmu (",)
the end
--Luna Lucky--
No comments:
Post a Comment